
Sumber: Radar Sukabumi
JAKARTA – Seiring upaya pemerintah dalam perbaikan pertumbuhan ekonomi tahun 2026, salah satu proyeksinya bahwa industri media di Indonesia ke depannya akan cerah.
Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Dengan pertumbuhan itu, maka bukan tidak mungkin industri penyiaran dalam negeri turut merasakan dampak perputaran ekonomi seperti belanja iklan.
“Nanti Anda di dunia media juga, keadaan ekonominya akan berbeda dari tahun lalu,” ucap Purbaya, di Jakarta, dikutip laman Bloomberg Technoz, Jumat (16/1/2026).
“Kenapa Anda dapat ekonomi sedikit?, karena ekonominya melambat sehingga yang pasang iklan untungnya pas-pasan,” ungkapnya menambahkan.
Dikatakannya, bahwa jika ekonomi Indonesia bertumbuh 6 persen, maka keadaan ekonomi pun akan berbeda. “Ketika ekonominya akan bertumbuh 6% atau lebih, keadaannya akan berbeda. Demand (permintaan) kencang, akan banyak kompetisi, akan banyak orang membutuhkan advertisement,” tuturnya.
Pada tahun 2026 ini, Purbaya meyakini pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional akan mencapai dan mendekati level 6 persen, seiring upaya koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter.
Lanjutnya, maka untuk mengejar target tersebut, dia akan mempercepat realisasi belanja pemerintah, khususnya di Kementerian dan Lembaga (K/L) yang selama ini dinilai lambat menyerap anggaran.
Dia juga mengaku akan turun langsung memastikan belanja negara berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. “Nanti K/L yang biasanya belanjanya pelan, saya akan “sikut-sikut” sedikit biar kerja,” ujarnya.
Purbaya pun menambahkan, bahwa ia tidak segan akan memangkas anggaran bagi instansi yang dinilai tidak mampu merealisasikan belanja secara optimal. (*)
The post Menkeu Purbaya Sebut Industri Media Akan Cerah jika Ekonomi Bertumbuh 6 Persen appeared first on Radar Sukabumi.












