
SUKABUMI – Saat cuaca panas, keinginan untuk menyantap sesuatu yang segar dan menggugah selera pasti meningkat. Salah satu pilihan camilan tradisional yang bisa dicoba adalah reuceuh bonteng, hidangan khas Sunda yang menawarkan sensasi pedas, manis, dan asam dalam satu suapan.
Reuceuh berasal dari kata receuh dalam Bahasa Sunda yang berarti campuran atau sambal, sedangkan bonteng berarti mentimun. Sesuai namanya, reuceuh bonteng merupakan olahan timun yang dipadukan dengan bumbu sambal ulek khas, menciptakan cita rasa unik yang menyegarkan.
Baca Juga : Resep Ikan Bakar Ala Sukabumi, Praktis dengan Cita Rasa Manis Gurih
Tak hanya cocok sebagai lalapan, reuceuh bonteng juga pas dijadikan camilan di siang hari. Tekstur timun yang renyah berpadu dengan aroma khas kencur memberikan sensasi segar di setiap gigitan, terutama saat disantap dingin.
Bahan:
- 5 buah timun
- 1 siung bawang putih
- 1 ruas kencur
- 5 buah cabai rawit merah
- 1 buah cabai merah besar
- Garam secukupnya
- 100–200 gram gula merah, sisir
- 1 sdm asam jawa
Cara Membuat:
- Potong-potong timun, lalu keruk bijinya (sesuai selera, bisa digunakan atau dibuang).
- Ulek bawang putih, kencur, cabai rawit, dan cabai merah hingga agak halus. Tambahkan garam sedikit demi sedikit untuk menyesuaikan rasa dan mempermudah proses pengulekan.
- Masukkan gula merah dan asam jawa, lalu ulek kembali hingga bumbu tercampur rata.
- Campurkan potongan timun dengan bumbu yang sudah dihaluskan dalam wadah, lalu aduk hingga merata.
Reuceuh bonteng siap disajikan sebagai camilan segar yang cocok dinikmati saat cuaca panas. Sensasi pedas, manis, dan asamnya dijamin bikin nagih.(SE)
The post Reuceuh Bonteng, Camilan Segar Khas Sukabumi yang Cocok Saat Cuaca Panas first appeared on Sukabumi Ku.












