Berita

Dari Kolam ke Pasar: Kisah Sukses Budidaya Ikan di Sukabumi Setelah Bermitra dengan BRI

13
×

Dari Kolam ke Pasar: Kisah Sukses Budidaya Ikan di Sukabumi Setelah Bermitra dengan BRI

Sebarkan artikel ini


Sumber: Radar Sukabumi

SUKABUMI — Siang itu, sekitar pukul 11.00 WIB, matahari menyinari Kampung Cikiray Kaler, Cisaat, Sukabumi. Di antara deretan kolam ikan, seorang pria paruh baya tampak sibuk berkeliling. Tangannya cekatan menaburkan pakan, matanya awas mengamati gerak ikan-ikan yang berenang lincah. Dialah Ria (45), sosok yang kini dikenal sebagai pengusaha sukses budidaya ikan konsumsi dan ikan hias.

Perjalanan Ria bukanlah kisah instan. Sejak tahun 1995, ia sudah ditempa oleh orang tuanya untuk mengenal dunia perikanan. Dari pembibitan larva hingga merawat ikan hias, semua ia pelajari dengan tekun. Berbekal ilmu itu, ditambah keberanian mengambil pinjaman dari Bank BRI, Ria kini mengelola 20 kolam ikan—meski sebagian masih berstatus kontrak.

“Awalnya saya hanya punya sedikit kolam, dengan modal seadanya. Tapi berkat pinjaman dari BRI, usaha saya bisa berkembang. Dari pinjaman Rp8 juta, sekarang sudah mencapai Rp150 juta. BRI selalu hadir ketika saya butuh modal,” ungkap Bapak dari empat anak ini.

Jenis ikan yang ia budidayakan beragam: mujair, nila, koi, komet, hingga baster. Panen pun bervariasi, ada yang mingguan, bulanan, bahkan enam bulanan. Keuntungan yang ia raih tidak main-main: rata-rata Rp15 juta per bulan, dan jika dihitung total, sudah mencapai Rp1 miliar.

Namun perjalanan itu tidak selalu mulus. Ria pernah merugi saat pandemi Covid-19 melanda. “Saat itu banyak ikan mati karena penyakit, dan pasar sepi. Untung ada BRI yang membantu menambal kerugian. Kalau pinjam ke tetangga, beda cerita. Kadang malah jadi bahan syirik. Tapi dengan BRI, saya merasa nyaman dan terbantu,” tuturnya.

Ria (45), warga Cisaat, didampingi Mantri BRI Unit Cisaat Abdul

Kini, Ria bahkan menyewa kolam tambahan dengan biaya Rp60 juta per tahun, serta mempekerjakan dua orang pekerja. Pasarnya pun meluas, hingga pernah mengirim ikan ke Cirata. Setiap hari, ia menghabiskan 10–20 kilogram pakan, dengan total 150 karung pelet untuk 20 kolam. Di pematang kolam, ia juga melakukan tumpang sari untuk menambah penghasilan.

Kisah Ria adalah bukti nyata bagaimana keterampilan tradisional, jika dipadukan dengan dukungan permodalan yang tepat, bisa mengubah hidup seseorang. Dari seorang pria biasa, kini ia menjadi pengusaha tangguh yang menopang ekonomi keluarga sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Kepala Unit BRI Unit Cisaat Cabang Sukabumi, Irfan Abdulrohman, menegaskan bahwa kisah Ria adalah salah satu contoh nyata bagaimana BRI hadir sebagai mitra masyarakat dalam membangun usaha dari nol hingga berkembang pesat.

“Pak Ria adalah sosok inspiratif. Dengan semangat belajar sejak kecil, ditambah keberanian mengambil pinjaman di BRI, beliau mampu mengubah keterampilan yang diwariskan orang tuanya menjadi usaha yang bernilai ekonomi tinggi. Dari awal pinjaman Rp8 juta, kini berkembang dengan pinjaman hingga Rp150 juta. Itu adalah perjalanan luar biasa yang menunjukkan bagaimana BRI benar-benar hadir untuk mendukung masyarakat,” ujar Irfan.

Kepala Unit BRI Unit Cisaat Cabang Sukabumi, Irfan Abdulrohman

Ia menambahkan, keberhasilan Ria bukan hanya berdampak pada keluarganya, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. “Dengan 20 kolam yang dikelola, sebagian hasil sewa, Pak Ria mampu membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Dua pekerja yang ia libatkan adalah bukti bahwa usaha ini tidak hanya menghidupi keluarga, tetapi juga memberi peluang bagi orang lain. BRI bangga bisa menjadi bagian dari proses tersebut,” jelasnya.

Menurut Irfan, kisah Ria juga menunjukkan bagaimana BRI hadir di saat masyarakat menghadapi kesulitan. “Ketika pandemi Covid-19 melanda, banyak usaha terpukul, termasuk budidaya ikan. Namun BRI hadir memberikan solusi permodalan agar usaha tetap berjalan. Inilah yang kami maksud dengan mendampingi nasabah, bukan hanya memberi pinjaman, tetapi juga menjadi sahabat dalam menghadapi tantangan,” ungkapnya.

Irfan menegaskan bahwa BRI akan terus memperkuat dukungan terhadap UMKM di Sukabumi. “Kami ingin semakin banyak kisah sukses seperti Bapak Ria. Harapan kami, masyarakat tidak ragu untuk bermitra dengan BRI, karena kami hadir untuk membantu usaha tumbuh, berkembang, dan memberi manfaat bagi banyak orang. BRI adalah bank rakyat, dan rakyatlah yang menjadi alasan kami terus berkomitmen,” tutupnya.(hnd)

The post Dari Kolam ke Pasar: Kisah Sukses Budidaya Ikan di Sukabumi Setelah Bermitra dengan BRI appeared first on Radar Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *