Bisnis

BTN Akuisisi Kredit Pensiunan Rp 19,93 Triliun, Perkuat Strategi Beyond Mortgage

6
×

BTN Akuisisi Kredit Pensiunan Rp 19,93 Triliun, Perkuat Strategi Beyond Mortgage

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – PT Bank Tabungan Negara Tbk (PT Bank Tabungan Negara Tbk) semakin agresif mencari sumber pertumbuhan baru di luar bisnis kredit perumahan. Terbaru, bank pelat merah tersebut mengakuisisi portofolio kredit pensiunan milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk senilai Rp 19,93 triliun.

Langkah ini dinilai menjadi bagian dari strategi transformasi BTN menuju bank “beyond mortgage” di tengah pasar kredit properti yang masih menghadapi tantangan pemulihan.

Dilansir dari Kontan.id, transaksi tersebut diumumkan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/5/2026). Akuisisi dilakukan melalui dua perjanjian yang ditandatangani pada 22 Mei 2026, yakni Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) dan Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA).

Baca Juga : Resep Bistik Sapi Bawang Putih, Menu Rumahan Creamy ala Sukabumi yang Wajib Dicoba

Melalui CPTA, BTN mengambil alih portofolio kredit pensiunan dan pra-pensiunan dengan manfaat pensiun yang dikelola TASPEN senilai Rp 12,58 triliun.

Sementara melalui CLATA, BTN mengakuisisi aset pinjaman pensiunan ASABRI, dana pensiun lainnya, hingga kredit pegawai aktif BUMN dan instansi pemerintah dengan estimasi nilai mencapai Rp 7,34 triliun.

Akuisisi tersebut dinilai strategis karena segmen kredit pensiunan dikenal memiliki risiko relatif rendah dengan arus pembayaran yang stabil.

Baca Juga : Resep Tumis Pokcoy Jamur Bawang Putih, Menu Praktis ala Masak TV

Selain itu, kualitas kredit portofolio yang diambil alih juga masih sangat baik. Hingga Maret 2026, seluruh kredit pensiunan milik SMBC Indonesia tercatat berada dalam kategori kolektabilitas lancar.

Dalam laporan keuangan Maret 2026, kredit pensiunan juga menjadi kontributor terbesar kedua bagi SMBC Indonesia setelah kredit korporasi, dengan nilai mencapai Rp 19,20 triliun atau sekitar 15 persen dari total kredit perseroan.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan akuisisi tersebut menjadi bagian dari strategi transformasi bisnis perusahaan untuk memperbesar sumber pendapatan berulang atau recurring income.

Baca Juga : Resep Oseng Kecap Kambing, Alternatif Olahan Daging Kurban selain Sate

“Segmen pensiunan dan payroll loan memiliki karakteristik pembayaran yang relatif stabil,” ujar Ramon, Senin (25/5/2026).

BTN juga membidik potensi peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA) dari nasabah payroll melalui transaksi tersebut.

Di sisi lain, bisnis kredit pensiunan selama ini memang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama SMBC Indonesia yang sebelumnya bernama Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN).

Segmen tersebut dinilai mampu menghasilkan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) yang tinggi dibanding rata-rata industri perbankan.

Hingga Maret 2026, rasio NIM SMBC Indonesia tercatat mencapai 3,72 persen, mencerminkan bisnis pensiunan masih menjadi sumber profitabilitas yang menarik di tengah persaingan kredit perbankan yang semakin ketat.(SE)

The post BTN Akuisisi Kredit Pensiunan Rp 19,93 Triliun, Perkuat Strategi Beyond Mortgage first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *