Berita

DKUKM Sukabumi, Omzet UMKM di Gelanggang Cisaat Melonjak 

2
×

DKUKM Sukabumi, Omzet UMKM di Gelanggang Cisaat Melonjak 

Sebarkan artikel ini


Sumber: Radar Sukabumi

CISAAT – Momentum Ramadan 1447 Hijriah kembali menjadi napas baru bagi ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sukabumi. Gelanggang Cisaat yang biasanya menjadi pusat olahraga, kini bertransformasi menjadi pusat kuliner melalui gelaran Bazar Culinary Ramadan. Memasuki hari ketiga penyelenggaraan, sebanyak 35 UMKM binaan dilaporkan meraup keuntungan signifikan, bahkan mencatatkan kenaikan omzet hingga lima kali lipat dibandingkan hari biasa.

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi, sebagai motor penggerak acara ini, menegaskan bahwa bazar tersebut adalah upaya nyata untuk menjemput bola di tengah tingginya antusiasme masyarakat dalam berburu takjil dan menu berbuka puasa.

Kepala DKUKM Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuti Harahap menjelaskan, bahwa agenda ini merupakan warisan kebijakan yang terus dirawat untuk menghidupkan produk lokal. Menurutnya, pemilihan 35 tenant yang mengisi booth di Gelanggang Cisaat telah melalui proses kurasi yang ketat.

“Kami memilih UMKM yang produknya benar-benar bisa menjawab kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Mulai dari makanan ringan seperti risol dan donat, hingga makanan berat seperti mie ijo dan sate. Semua yang terlibat adalah binaan kami,” ujar Sri Hastuti kepada pada Senin (09/03/2026).

Meskipun DKUKM tidak mematok target angka spesifik karena pasar dibuka secara umum, perputaran uang diprediksi sangat besar. “Kami memantau melalui laporan harian setiap tenant. Pada hari penutupan nanti, kita akan akumulasikan total perputaran ekonomi selama seminggu penuh,” tambahnya.

Dampak positif bazar ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Dahlia, salah satu peserta bazar, mengungkapkan kegembiraannya atas respons pasar yang luar biasa. Jika biasanya ia hanya berjualan secara terbatas dari rumah, di Gelanggang Cisaat ia mampu meraih laba bersih sekitar Rp300 ribu per hari.

“Alhamdulillah, jualan laris manis. Kalau dibandingkan jualan di rumah, kenaikan omzet di sini bisa sampai lima kali lipat. Jualannya lebih langsung ke konsumen,” ungkap Dahlia.

Uniknya, usaha yang dijalankan Dahlia bukan sekadar transaksi dagang biasa. Usaha tersebut merupakan kolaborasi program Sekolah Alam yang melibatkan orang tua dan anak-anak. Hasil dari penjualan ini rencananya akan digunakan untuk mendukung riset anak-anak mengenai kearifan lokal (local wisdom) ke luar daerah.

Agar menarik minat lebih luas, DKUKM juga menggandeng Diskominfo untuk promosi masif di media sosial. Strategi ini terbukti ampuh menarik warga luar pemerintahan untuk datang berbelanja. Selain kuliner, acara ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan edukatif dan religius, seperti lomba musikalisasi islami, lomba menggambar untuk anak-anak TK/SD, hingga santunan anak yatim.

“Harapan kami, masyarakat luas lah yang mendominasi transaksi di sini, bukan hanya pegawai Pemda. Kita ingin masyarakat tergugah untuk mulai belanja produk UMKM kita sendiri. Inilah cara kita menghidupkan ekonomi lokal,” tegas Sri Hastuti. (Den)

The post DKUKM Sukabumi, Omzet UMKM di Gelanggang Cisaat Melonjak  appeared first on Radar Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *