
Sumber: Radar Sukabumi
JAKARTA – Nilai tukar Rupiah diperkirakan masih akan menghadapi tekanan berat hingga akhir Mei 2026. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut Rupiah berpotensi menembus level Rp18.000 per Dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah ke Rp17.300 per Dolar AS, terlemah sepanjang sejarah.
Menurut Ibrahim, pelemahan Rupiah dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz, membuat jalur perdagangan energi dunia terganggu. “Transportasi LPG, gas alam maupun minyak mentah terhambat hingga 20 persen. Hal ini berdampak pada penguatan indeks Dolar dan kenaikan harga minyak mentah dunia,” jelasnya.
Selain itu, konflik yang melibatkan Israel, Iran, dan Hezbollah di Lebanon Selatan memperbesar ketidakpastian global. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kini berada di kisaran 101 Dolar AS per barel, jauh di atas asumsi APBN yang mematok harga 70 Dolar AS per barel dengan kurs Rp16.500 per Dolar AS. Kondisi ini membuat kebutuhan subsidi energi Indonesia semakin besar, mengingat impor BBM mencapai 1,5 juta barel per hari.
The post Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS appeared first on Radar Sukabumi.










