Berita

BRI Sukaraja: Sahabat Peternak Desa

10
×

BRI Sukaraja: Sahabat Peternak Desa

Sebarkan artikel ini


Sumber: Radar Sukabumi

SUKABUMI – Suasana rumah sederhana di Kampung Cijeruk, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, menyimpan kisah inspiratif tentang ketekunan dan kerja keras. Di balik rumah itu, berdiri kandang domba yang jumlahnya kini mencapai 33 ekor. Sosok Ade Saefuloh (59), seorang petani sekaligus peternak domba, telah menekuni usaha pembibitan domba sejak tahun 2019.

Awalnya, Ade hanya seorang pecinta hewan. Hobi memelihara burung dan binatang lain akhirnya membawanya pada dunia peternakan domba. “Kalau usaha domba itu harus dimulai dari hobi. Kalau tidak suka, pasti cepat menyerah,” ujarnya sambil tersenyum.

Jenis domba yang dipelihara beragam, mulai dari domba peringan hingga domba garut yang terkenal dengan kualitasnya. Harga domba pun bervariasi, dari Rp1,5 juta untuk jantan muda hingga Rp7 juta untuk domba garut unggulan. Pelanggan datang dari sesama peternak maupun para tengkulak.

Kehidupan sehari-hari Ade penuh kesederhanaan. Pagi hari ia berjualan bubur ayam, lalu siang hingga sore ia mencari rumput untuk pakan domba. “Pagi jualan bubur, pulang baru nyambit rumput,” katanya. Meski sederhana, usaha ini cukup menopang kehidupan keluarganya.

Perkembangan usaha Ade semakin pesat setelah ia mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp50 juta dari BRI. Modal tersebut digunakan untuk menambah jumlah domba dan memperbaiki kandang. Dari awal hanya 10 ekor, kini jumlahnya mencapai 33 ekor, bahkan sempat menyentuh 40 ekor. “Dengan adanya KUR, saya sangat terbantu. Modal jadi lebih kuat, usaha bisa berkembang,” ungkapnya.

Ade memilih fokus pada pembibitan. Anak domba yang sudah lepas susu dijual dengan harga Rp750 ribu untuk betina dan Rp1,5 juta untuk jantan. Meski harga domba melonjak saat Idul Adha, ia tidak menjual untuk kurban, melainkan lebih fokus pada bibit.

Kepala Unit BRI Unit Sukaraja Cabang Sukabumi, Irwan Maulana, melihat kisah Ade sebagai bukti nyata bagaimana KUR mampu mengubah kehidupan masyarakat desa.

“Pak Ade adalah contoh bagaimana hobi bisa berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan. Dari sekadar memelihara domba, kini menjadi pembibitan yang memberi manfaat ekonomi bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Kami di BRI merasa bangga bisa mendampingi perjalanan ini,” ujar Irwan.

Menurutnya, KUR bukan hanya soal permodalan, tetapi juga soal keberanian masyarakat untuk memulai usaha. “Ketika modal bertemu dengan semangat kerja keras, hasilnya luar biasa. Dari 10 ekor menjadi puluhan ekor, itu adalah simbol pertumbuhan yang kami harapkan terjadi di banyak desa,” katanya.

Kepala Unit BRI Unit Sukaraja Cabang Sukabumi, Irwan Maulana

Irwan menambahkan, usaha pembibitan domba memiliki dampak sosial yang besar. Selain membuka lapangan kerja, usaha ini memperkuat ekosistem peternakan lokal. “Setiap anak domba yang lahir adalah harapan baru. Dan setiap peternak yang berhasil menjual hasil ternaknya adalah bagian dari rantai kesejahteraan yang lebih luas. Inilah yang kami maksud dengan ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

The post BRI Sukaraja: Sahabat Peternak Desa appeared first on Radar Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *