Berita

Dari Desa ke Dunia: Perilla Sukaraja Jadi Primadona

13
×

Dari Desa ke Dunia: Perilla Sukaraja Jadi Primadona

Sebarkan artikel ini


Sumber: Radar Sukabumi

SUKABUMI – Di dataran tinggi Kecamatan Sukaraja yang berbatasan dengan Selabintana, tumbuh tanaman unik yang semakin dicari di dunia kuliner internasional: Perilla atau dikenal lokal sebagai daun shiso/kenip. Tanaman ini, yang biasa dijadikan lalapan untuk Korean BBQ atau bahan sushi, kini menjadi sumber penghidupan bagi seorang petani perempuan, Elin Marlina (36).

Di lahan miliknya seluas 3.000 meter di Kampung Samyah, Desa Langensari, Elin menanam perilla dengan penuh ketekunan. Setiap minggu, ia mampu menjual rata-rata 150 kilogram daun segar kepada pengepul dengan harga Rp40 ribu per kilogram. Dari hasil itu, ia meraup pendapatan sekitar Rp24 juta per bulan. “Alhamdulillah, hasilnya cukup untuk menopang keluarga. Bahkan ada permintaan ekspor ke Korea dan beberapa daerah lain,” ujarnya dengan bangga.

Perilla yang ditanam Elin tidak hanya berhenti di pasar lokal. Daun ini menjadi bahan utama berbagai produk olahan kuliner, seperti kimbab egg roll with perilla leaf, yang kini banyak tersedia di restoran Korea di Sukabumi dan sekitarnya. Permintaan yang terus meningkat membuat usaha Elin semakin berkembang.

Meski tantangan ada, seperti cuaca yang memengaruhi kualitas daun, Elin tetap optimis. Baginya, perilla bukan sekadar tanaman, melainkan peluang untuk membuka jalan baru bagi petani lokal agar bisa menembus pasar internasional.

Sementara itu, Kepala Unit BRI Unit Sukaraja Cabang Sukabumi, Irwan Maulana, menilai usaha Elin sebagai bukti nyata bahwa pertanian modern bisa lahir dari desa.

“Perilla adalah contoh bagaimana tanaman yang sebelumnya tidak populer bisa menjadi komoditas bernilai tinggi. Apa yang dilakukan Bu Elin menunjukkan bahwa petani kita mampu beradaptasi dengan tren kuliner global. Dari lahan sederhana, kini hasilnya bisa menembus pasar internasional,” ujar Irwan.

Kepala Unit BRI Unit Sukaraja Cabang Sukabumi, Irwan Maulana

Menurutnya, BRI melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) siap mendukung petani seperti Elin agar bisa memperluas usaha.

“Kami ingin memastikan bahwa petani tidak hanya menjual hasil panen, tetapi juga mampu mengelola usaha dengan baik. Dengan dukungan modal, pendampingan, dan literasi keuangan, usaha seperti perilla bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa,” jelasnya.

The post Dari Desa ke Dunia: Perilla Sukaraja Jadi Primadona appeared first on Radar Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *